
Mbah Setro dianggap sama dengan Setrowijoyo yang merupakan cikal bakal berdirinya Padukuhan Trojayan. Setrowijoyo meninggalkan petilasan, berwujud makam. Makam tersebut terletak di tengah Padukuhan Trojayan. Di dalam kompleks pemakaman tersebut terdapat makam keturunan beserta istri-istrinya.
Dulu makam Setrowijoyo tersebut hampir longsor. Namun, Sujenal memperbaiki sekaligus melakukan semenisasi pada nisan Setrowijoyo dan mertuanya. Jadilah makam Setrowijoyo seperti terlihat sekarang.
Berdasarkan keterangan Bapak Sukardi, Bapak Bima, dan Bapak Suradi yang berusia 54 tahun, keponakan Bapak Sukardi petilasan di Padukuhan Trojayan antara lain: (1) makam Mbah Setro, (2) makam Mbah Kartodikromo, (3) makam Mbah Joyodimejo, (4) makam Mbah Mitrodiharjo, (5) Sumber Jaler, yaitu tempat mandi laki-laki di sungai, (6) Sumber Esti, yaitu tempat mandi perempuan di sungai, (7) batu pembatas Sumber Jaler dan Sumber Esti, (8) batu untuk mencuci baju warga, dan (9) Mushola Al-Ikhlas. Sumber Jaler dan Sumber Esti selain untuk mandi juga untuk mencuci dan irigasi.
